Para Pembunuh di Jalan Tuhan

Para Pembunuh di Jalan Tuhan

Menurut saya, jihad merupakan pengorbanan nyawa yang sia-sia, dan mujahidin tidak lebih dari para pembunuh di jalan Tuhan; menghalalkan pembunuhan atas nama Tuhan (agama). Menjual simbol agama untuk membakar emosional keagamaan. Setahu saya, seperti terekam dalam pesan nabi setiba dari Perang Tabuk, jihad paling berat adalah perang melawan hawa nafsu (jihad akbar). Jihad yang relevan [...]

Baca Selengkapnya....
Ilusi Pecandu Sabu-Sabu Kekuasaan

Ilusi Pecandu Sabu-Sabu Kekuasaan

Saat meletakkan asas pemerintahan “Negara Madinah,” nabi menanamkan spirit toleransi dan demokrasi. Meskipun waktu itu belum mengenal kata ’demokrasi’ tapi nabi sudah membumikan asas-asasnya di ”Negara Madinah”— dan dilanjutkan oleh keempat sahabat penganti (al khulafa-ur r?syidiin). Sedangkan para pemimpim ”kekhalifahan” pasca-Khulaf?-ur R?syidin, di mata saya, sama sekali tidak menerapkan sistem ’Islami’ yang sudah diletakkan/ dicontohkan [...]

Baca Selengkapnya....
Mengembalikan Tasawuf sebagai Gerakan Oposisi

Mengembalikan Tasawuf sebagai Gerakan Oposisi

Dalam konteks kekinian dan kedisinian Indonesia, sudah saatnya tasawuf mengembalikan sebagai gerakan oposisi yang memberikan check and balance bagi pemerintah yang cuma berorientasi kursi. Seperti yang sudah dicontohkan Hasan Al Basri terhadap rezim Damascus dan Ali Al Sanusi (pendiri dan pemimpin tarekat tsanusiyyah, Libya) sebagai oposisi rezim Turki Utsmani dan jadi singa padang sahara yang [...]

Baca Selengkapnya....
Bidah, Surga, Sesat, dan Neraka

Bidah, Surga, Sesat, dan Neraka

Oleh A. Muntaha Afandie ”Barang siapa melakukan hal baru dalam agama kami yang tidak merupakan bagian dari agama itu, maka pekara tersebut tertolak,” sabda nabi Saw. Perkataan nabi yang lainnya adalah, ”Setiap bidah sesat dan setiap yang sesat masuk neraka.” Berdasarkan dua sabda di atas sebagian orang (baca: kelompok) secara gebyah uyah mengklaim bahwa apapun [...]

Baca Selengkapnya....
Kaidah ”Jalb-u Al Mashālih Wa Dar-u Al Mafāsid” Sebagai Asas Merumuskan Fiqh al Bi’ah

Kaidah ”Jalb-u Al Mashālih Wa Dar-u Al Mafāsid” Sebagai Asas Merumuskan Fiqh al Bi’ah

Kita hidup dalam sebuah zaman yang makin menyadari pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Karena itu, kita semakin sadar pula bahwa merumuskan fikih lingkungan sebagai jalan keluar adalah niscaya karena selain undang-undang merawat lingkungan yang sudah diresmikan tidak efektif, masalah lingkungan juga tak lepas dari agama. Dalam khazanah fikih klasik, tema merawat lingkungan belum mendapat perhatian [...]

Baca Selengkapnya....
Fikih Lingkungan

Fikih Lingkungan

Sejak dulu, mainstream fuqoha belum merumuskan tentang konsep pelestarian alam secara tegas dan rinci, seperti mereka merumuskan mu’amalat dan ubudiyyat. Kita tahu bahwa Islam meletakkan lima dasar agama (maqashid ak syariah): hifdzul ‘aql, nafs, din, maal, dan nasl. Pertanyaannya, mana perhatian Islam terhadap lingkungan hidup: apakah agama ini tidak punya ’ladang garapan’ pada bidang yang [...]

Baca Selengkapnya....
Jihad Vis a Vis Crusaid

Jihad Vis a Vis Crusaid

Satu gereja untuk menebus satu masjid, menghancurkan satu desa untuk menggantikan satu desa lain yang luluh-lantah, nyawa untuk membayar hutang nyawa. Apabila terdengar kabar, di satu tempat, ada gereja dibakar, maka dalam waktu yang singkat dan jarak yang tidak terlalu jauh akan ada si jago merah ”berdizkir” di masjid. Begitu pula sebaliknya. Apakah ini simetris [...]

Baca Selengkapnya....
Tasawuf Embun untuk Jiwa yang Dahaga

Tasawuf Embun untuk Jiwa yang Dahaga

Menurut Dr. Lwiss Saliba, pakar tasawuf dan perbandingan agama di Universitas Sorbonne, Prancis, dewasa ini masyarakat Barat sedang gelapan mencari dimensi spiritualis sebagai penyeimbang epistemologi dan cara pandang mereka yang materialistik. Zaman terus berputar. Kini, di usianya yang semakin senja, zaman seperti hendak mengulang sejarah masa silam. Akhlak yang sudah ditata rapi oleh para ulama [...]

Baca Selengkapnya....
© 2011 Muntaha Afandi. All rights reserved.
Theme by A. Muntaha Afandie.