<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muntaha Afandi</title>
	<atom:link href="http://www.muntahaafandi.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muntahaafandi.web.id</link>
	<description>Membumikan Firman Tuhan agar Berperadaban dengan Budaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 02:02:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Selamat Pagi Bumi</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 22:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[kurupsi]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[a.　muntaha　afandie selamat pagi bumi maafkan kami yang mengeksploitasimu tanpa henti selamat pagi tuhan aku mohon ampunan untuk penguasa negeri ini yang telah menjual kekayaan alam dan aset negara untuk kepentingan pribadi, anak, dan istri dengan mengatasnamakan kepentingan negara selamat pagi bocahbocah jalan jangan lelah　mendekap masa depan yang kalian impikan meski jongosjongos berdasi hanya berebut kue [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2012/03/anak-jalanan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-289" title="Korban Korupsi" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2012/03/anak-jalanan-215x300.jpg" alt="Kemiskinan Akibat Korupsi" width="215" height="300" /></a>a.　muntaha　afandie</p>
<p>selamat pagi bumi<br />
maafkan kami yang mengeksploitasimu tanpa henti</p>
<p>selamat pagi tuhan<br />
aku mohon ampunan untuk penguasa negeri ini<br />
yang telah menjual kekayaan alam dan aset negara<br />
untuk kepentingan pribadi, anak, dan istri<br />
dengan mengatasnamakan kepentingan negara</p>
<p>selamat pagi bocahbocah jalan<br />
jangan lelah　mendekap masa depan yang kalian impikan<br />
meski jongosjongos berdasi hanya berebut kue sarapan pagi<br />
!</p>
<p>Surabaya, 04 Januari 2012<br />
Pukul 05: 36</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="selamat pagi">selamat pagi</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="akibat korupsi adalah">akibat korupsi adalah</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="bumi masa depan">bumi masa depan</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="kemiskinan karena korupsi">kemiskinan karena korupsi</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="a muntaha afandi">a muntaha afandi</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="ironi puisi">ironi puisi</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="puisi pesan moral 2010">puisi pesan moral 2010</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html" title="sastra pagi">sastra pagi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/selamat-pagi-bumi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purifikasi</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 05:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[udara musim semi berhembus halus aku duduk di kantin menikmati segelas cappucino dan sepotong kibdah sambil membaca arsip berita tiba-tiba aku melelehkan air mata melihat keganasan dan kebiadaban atas nama agama kami memang generasi bebal mengantuk terun-ayun oleh kejayaan islam di masa silam kami tidak mampu meresapi intisari emanasi samawi tidak pula memahami pesan-pesan nabawi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Akar-Kekerasan-Agama.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-282" title="Kekerasan-Agama" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Akar-Kekerasan-Agama-300x203.jpg" alt="Kekerasan atas Nama Agama" width="300" height="203" /></a>udara musim semi berhembus halus<br />
aku duduk di kantin menikmati segelas cappucino<br />
dan sepotong kibdah sambil membaca arsip berita<br />
tiba-tiba aku melelehkan air mata<br />
melihat keganasan dan kebiadaban atas nama agama</p>
<p>kami memang generasi bebal<br />
mengantuk terun-ayun oleh kejayaan islam di masa silam<br />
kami tidak mampu meresapi intisari emanasi samawi<br />
tidak pula memahami pesan-pesan nabawi<br />
namun, kami selalu bertindak atas nama agama<br />
dan mengklaim kebenaran tunggal</p>
<p>kawan,<br />
islam terlanda gelombang zaman yang suram<br />
spirit kerahmatan lil alaminan islam terhempas<br />
klaim semu pemurnian agama atas quran dan sunnah<br />
tapi aku berusaha keras menggunakan otak waras dan telinga<br />
agar selalu menjaga dan mendengar suara langit<br />
yang membisikkan menjaga ajaran islam toleran<br />
biar pun tersingkir ke sudut yang asing</p>
<p>agama seperti ranting kering yang dibakar<br />
menyalakan api permusuhan<br />
oleh semangat beragama yang berlebihan<br />
awal semuanya terjadi atas nama purifikasi<br />
yang mencangkok mazhab salafi<br />
yang bertolak-belakang dengan ajaran nabi</p>
<p>ooh, sampah purifikasi<br />
ooh, doktrin sempit quran-sunnah yang tak tentu arah<br />
buat agama jadi tak punya rupa<br />
erosi agama tampak di depan mata<br />
: kekerasan berkedok agama ada di mana-mana<br />
gereja dibom,<br />
jamaah shalat jumat dibom,<br />
tempat-tempat hiburan dihancurkan<br />
hotel dibom<br />
semua atas nama mitos imbalan bidadari<br />
bagi para pengantin tuhan di surga nanti</p>
<p style="text-align: right;">
<em>Libya, musim semi 2010</em></p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="kekerasan berkedok agama">kekerasan berkedok agama</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="TOKOH PURIFIKASI">TOKOH PURIFIKASI</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="puisi kekerasan">puisi kekerasan</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="puisi kekerasan dalam agama">puisi kekerasan dalam agama</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="purifikasi">purifikasi</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="puisi aku bangga dengan islam">puisi aku bangga dengan islam</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="purifikasi koruptor">purifikasi koruptor</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="purifikasi memberantas bidah">purifikasi memberantas bidah</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="strategi kekerasan wahabi">strategi kekerasan wahabi</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html" title="purifikasi agama adalah">purifikasi agama adalah</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/purifikasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>”Simbiosis” Agama-Budaya: Sebagai Strategi Translasi Dua-Arah</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 12:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[akulturasi agama dan budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bidah agama]]></category>
		<category><![CDATA[pertarungan Islam dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kali jaga]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi tahlilan]]></category>
		<category><![CDATA[wali songo]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat di Majalah Misykat, Edisi 70/ Desember 2011 Tuhan memberikan mandat pada Muḥammad untuk merestorasi akhlak yang bejat[1]. Dan, menabur paham tauḥīd di saat masyarakat Arab khususnya, umumnya seluruh manusia saat itu, menyekutukan Tuhan. Ini adalah rahmat bagi semesta raya (QS al-‘Anbiyā: 107). Dalam perjalanan dakwahnya, dengan bimbingan Jibril, nabi tidak membabi buta mengebiri budaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/11/Agama-dan-Budaya.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-275" title="Agama dan Budaya" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/11/Agama-dan-Budaya-239x300.gif" alt="Akulturasi Agama dan Budaya" width="239" height="300" /></a><em><strong>Dimuat di Majalah Misykat, Edisi 70/ Desember 2011</strong></em></p>
<p><em><strong></strong></em>Tuhan memberikan mandat pada Muḥammad untuk merestorasi akhlak yang bejat<a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftn1">[1]</a>. Dan, menabur paham tauḥīd di saat masyarakat Arab khususnya, umumnya seluruh manusia saat itu, menyekutukan Tuhan. Ini adalah rahmat bagi semesta raya <em>(QS al-‘Anbiyā: 107)</em>. Dalam perjalanan dakwahnya, dengan bimbingan Jibril, nabi tidak membabi buta mengebiri budaya lokal yang sudah mapan; ia bersikap torelan terhadap kearifan lokal. Dengan sikap lentur terhadap budaya, Islam memungkinkan pemeluknya melihat segala sesuatu secara seimbang: dari dua-arah secara harmonis, dan dari berbagai tepian. Sebab, Islam mencakup aspek <em>aqidah </em>(teologi), syariat dan tasawuf (<em>akhl</em><em>ā</em><em>q</em>, etika). Mengambil satu aspek saja dan mengabaikan aspek lainnya, jelas akan merusak tatanan kosmis yang seimbang dan harmonis ini.</p>
<p>Sikap Islam yang mengakomodasi kearifan budaya lokal, terekam dalam pesan profetik yang dideskripsikan oleh Abdullāh Ibn Mas’ūd,</p>
<p dir="RTL">ولقد صدق عبد الله بن مسعود رضي الله عنه في وصفه حيث قال: (إن الله نظر في قلوب العباد فوجد قلب محمد صلى الله عليه وسلم خير قلوب العباد فاصطفاه لنفسه وابتعثه برسالته، ثم نظر في قلوب العباد بعد قلب محمد صلى الله عليه وسلم فوجد قلوب أصحابه خير قلوب العباد؛ فجعلهم وزراء نبيه، يقاتلون على دينه، فما رآه المسلمون حسناً فهو عند الله حسن، وما رأوه سيئاً فهو عند الله سيء).</p>
<p><em>Sangat benar uraian Ibn Mas‘ūd bahwa, ”Setelah Allah melihat hati hamba-Nya, maka Ia melihat hati Muḥammad adalah hati terbaik dari semua hamba-Nya. Lalu</em><em>, Ia memilih</em><em>nya </em><em>sebagai utusan yang menyebarkan risalah</em><em> Tuhan</em><em> </em>(iṣthafāhu linafsihi wabta‘athahu bi risālatihi)<em>. Kemuudian, Ia melihat pada hati hamba-hamba-Nya yang lain, setelah melihat hati Muḥammad, Ia menemukan hati terbaik ada pada sahabt-sahat rasul. Maka, Ia jadikan mereka sebagai pendamping </em>(wuzarā)<em> nabi yang berjihad untuk memberla agama-Nya </em>(yuqātilūna ‘alā dinihī)<em>. Maka, <strong>setiap hal yang dipandang b­aik oleh setiap muslim, baik pula menurut Allah dan setiap yang buruk menurut mereka, buruk pula menurut-Nya</strong>.<a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftn2"><strong>[2]</strong></a><strong>  </strong></em><strong><em> </em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p>Kita tidak dapat memungkiri bahwa Islam dating dengan semangat akomodatif, bukan semangat memberangus kearifan lokal. Dengan kata lain, Islam mengapresiasi kearifan budaya lokal selama ia tidak menciderai humanisme dan/ atau ketauhidan itu sendiri sebagaimana tesis nabi yang diriwayatkan oleh Ibn Ma‘ūd di atas. Tesis ini pula yang dijadikan tolok ukur maksim Islam klasik <em>(qawā‘id al-fiqhiyyah)</em> dalam merumuskan tradisi yang bisa dimasukkan dalam hukum fikih Islam (syarī‘at).<a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftn3">[3]</a>  Dalam pada itu, bila kita me-<em>rever</em> pada sejarah formulasi syarī’at <em>(al-tārikh al-tasyrī’)</em>, maka terbentang fakta-fakta bahwa tidak sedikit (hukum) syarī’at yang merupakan ”kelanjutan” dari budaya lokal yang sudah mengakar sebelum Islam. Misalnya, untuk menyebutkan beberapa contoh, jilbab yang merupakan simbol masyarakat Arab pra-Islam. Kemudian, ia mengadapatkan ”legalitas” sebagai ”simbol” agama Islam setelah turunnya <em>QS al-Aḥzāb</em>: 53,</p>
<p dir="RTL">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا</p>
<p><em>”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya),</em><a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftn4"><em><strong>[4]</strong></em></a><em> tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu nabi lalu nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.”</em></p>
<p>Pengaruh-mempengaruhi <em>(al-ta’thīr wa al-ta’aththur)</em> yang merupakan konsekwensi dari interaksi tidak hanya terjadi dalam perilaku/ karakter dan agama, terjadi juga dalam, antara lain, kesusastraan dan bahasa. Misalnya, Bahasa Indonesia merupakan Bahasa paling ”gado-gado” di dunia karena ia terpengaruh dari beberapa bahasa daerah, sansekerta, dan asing, misalnya Bahasa Spanyol dan Arab.</p>
<p>Dalam masalah pengaruh di bidang bahasa dan kesusastraan, Bahasa dan Sastra Arab juga tidak bisa lepas dari pengaruh bahasa asing. Dalam konteks ini, sastra Persia memiliki porsi sangat dominan.<a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftn5">[5]</a> Bahkan tidak sedikit kosa kata dalam Alquran dan diksi (Arab; <em>kalimah</em>) dalam hadith nabi yang merupakan pembakuan dari bahasa asing ke dalam Bahasa Arab <em>(ta’rib)</em>. Dan, sekali lagi, Bahasa Persia (sekarang Iran) memiliki kontribusi yang besar.<a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Namun,<em> </em>dalam persilangan budaya (<em>cross-roads of cultures</em>) Islam tidak hanya berperan sebagai objek (baca: menerima pengaruh dari lingkungannya) tapi juga sebagai subyek (Islam memberikan pengaruh pada lingkungan di mana ia ada): dalam satu sisi Islam, melalui peran aktif para cendikiawan/ ulama berada pada posisi menerjemahkan budaya lokal ke dalam konteks keislaman. Dan pada posisi lain, para cendikiawan menerejemahkan semangat Islam ke dalam budaya di mana Islam hadir. Dalam konteks ini, kita bisa melihat contoh dakwah Wali Songo. Lebih spesifik lagi, Kanjeng Sunan Kalijogo yang mampu memposisikan diri sebagai penerjemah ganda (translasi dua-arah): Sunan Kali Jaga tampil sebagai sosok <em>ki dalang</em> wayang sekaligus sebagai seorang dā‘i. Sebagai seorang dalang ia memerankan tokoh-tokoh pewayangan dalam setiap pementasannya, namun sebagai seorang dā‘i tidak melupakan tugasnya: menyebarkan spirit Islam, maka ia mementaskan wayang tapi setelah melakukan ”islamisasi” terlebih dahulu terhadap plot ceritanya. Misalnya, mengganti cerita pewayangan dengan kalimasada.</p>
<p>Dalam cerita kalamisada, Sunan Kali Jaga memasukan nafas Islam dalam dunia wayang. Sehingga wayang yang awalnya berupa hiburan <em>an sich</em> di tangan ”wali jawa”  itu berubah jadi media dakwah yang ampuh dan terbukti mampu mengislamkan penghuni Jawa Dwipa dengan <em>legawa</em>, tanpa paksaan.</p>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftnref1">[1]</a> Tugas ini terekam dalam hadith yang diriwayatkan oleh Abū Hurairah ra, <em>”Bu‘ithtu li utammima makārim al-akhlāq (Saya diutus untuk menyempurnakan akhlak).”</em> Lihat: Abū Isḥāq Aḥmad Ibn Ibrāhīm al-Tha‘labi al-Naisābūri. 2002. <em>Al-Kasyf wa al-Bayān</em>.  Bairūt: Dār Iḥyā al-Turāth al-‘Arabi. Jilid X Hal. 10. Dalam CD Maktabah Syāmilah. Versi 3.15.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftnref2">[2]</a> Syarh <em>Al-‘Aqīdah al-Thaḥāwiyyah Li Ibni al-Jibrīn</em>. Jilid III. hal. 472. Dalam <em>CD al-Maktabah al-Syāmilah</em> V. 3.15.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftnref3">[3]</a> Lihat: al-Sayyid Abū Bakar  al-Ahdālī al-Yamani al-Syāfi’ī. <em>Al-Farā‘id al-Bahiyyah</em>. Kediri: Madrasah Hidayāh al-Mubtadi’īn Ponpes Lirboyo. hal. 35</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftnref4">[4]</a> Maksudnya, pada masa rasulullah Saw pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu makan rasulullah Saw lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya rasulullah.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftnref5">[5]</a> Aḥmad Amin. 2010. <em>Fajr al-Islām</em>. Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah. Hal. 109-121.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///I:/Tugas/makalah%20jadi/Bentuk%20dan%20Dampak%20Interaksi.docx#_ftnref6">[6]</a> Aḥmad Amin. 2009. <em>Dluḥā al-Islām</em>. Cairo: Syirkah Nawābigh al-Fikr. Hal.  265-268.</p>
</div>
</div>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="tradisi tahlilan">tradisi tahlilan</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="akulturasi agama">akulturasi agama</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="akulturasi sosialisme">akulturasi sosialisme</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="aspek budaya lokal dalam dakwah">aspek budaya lokal dalam dakwah</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="hikayat wali songo">hikayat wali songo</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="agama">agama</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="”simbiosis” agama-budaya: sebagai strategi translasi dua-arah">”simbiosis” agama-budaya: sebagai strategi translasi dua-arah</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="kontribusi sunan kali jaga dalam dakwah islam yang mengakomodasi tradisi budaya jawa">kontribusi sunan kali jaga dalam dakwah islam yang mengakomodasi tradisi budaya jawa</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="hikmah ikhtilaf">hikmah ikhtilaf</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html" title="simbiosis adalah">simbiosis adalah</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/%e2%80%9dsimbiosis%e2%80%9d-agama-budaya-sebagai-strategi-translasi-dua-arah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qaddafisme, Sosialisme Islam yang Mengecewakan</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 13:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Gaddafi]]></category>
		<category><![CDATA[Gamal Abdel Naseer]]></category>
		<category><![CDATA[Idris al-Kaddafi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaddafi]]></category>
		<category><![CDATA[Libya]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[Moammar]]></category>
		<category><![CDATA[NTC]]></category>
		<category><![CDATA[Qaddafi]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi Arab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat di Memo Timur, Senen, 31 Oktober 2011 Selama tiga tahun tinggal dan studi di Libya, penulis memiliki perspektif lain terhadap Qaddafi: pemimpin nyentrik dengan rambut kriting yang semrawut, di tubuhnya selalu melekat pakaian adat, kumis yang terkadang terlihat tidak kelimis, dan tinggal di dalam tenda di gurun sahara:  ia ingin tampak sebagai bagian dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Qaddafi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-266" title="Qaddafi" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Qaddafi.jpg" alt="Moammar Qaddafi" width="250" height="167" /></a>Dimuat di <em>Memo Timur</em>, Senen, 31 Oktober 2011</strong></p>
<p>Selama tiga tahun tinggal dan studi di Libya, penulis memiliki perspektif lain terhadap Qaddafi: pemimpin <em>nyentrik</em> dengan rambut kriting yang semrawut, di tubuhnya selalu melekat pakaian adat, kumis yang terkadang terlihat tidak kelimis, dan tinggal di dalam tenda di gurun sahara:  ia ingin tampak sebagai bagian dari rakyat yang melarat.</p>
<p>Qaddafi lahir dan berkembang di suatu masa, di suatu tempat, yang tunduk pada Barat. Qaddafi yang mendapatkan pendidikan militer dari Inggris, akhirnya jadi senjata makan tuan: Qaddafi telah mengubah segalanya, sejak revolusi 9-9-1969. Dalam sekejap warga Barat dikeluarkan dari negeri Imam Qalun, dan ia sulap sistem pemerintahan negara monarkhi jadi sistem sosialis-demokratis.</p>
<p>Bagi yang pernah menelusuri jalan di Libya pasti tidak asing dengan jargon <em>”La dīmaqrāthiyyata illā bi al-mu’tamari al-sya’biyyi”</em> (tidak ada demokrasi tanpa pemilu) yang terpampang di sepanjang jalan. Ia mengidamkan sosialisme karena, mengutip Goenawan Mohamad, sosialisme identik dengan masa depan, dan masa depan identik dengan sesuatu yang gemilang. Tapi Qaddafi tidak <em>taqlīd</em> buta pada sosialisme mazhab Marxisme, ia merumuskan sosialisme Islami. Ia tuangkan gagasan besarnya dalam ”Kitab Hijau” (<em>Kitāb al-Aḥdlar</em>).</p>
<p align="center">***</p>
<p>Qaddafi lahir ketika penguasa Libya tak punya taring terhadap intervensi pihak asing: Libya telah resmi merdeka tapi tetap tak bisa lepas dari bayang-bayang pihak asing.</p>
<p>Maka, ketika naik ”tahta” dalam usia remaja, ia segera mewujudkan gagasan-gagasannya, yang ia sadari telah terpengaruh oleh Presiden Mesir, Gamal Abdel Naseer: Ia mengidamkan, sebagaimana penulis katakan di atas, sosialisme Islam dan pan Islam.</p>
<p>Revolusi gemilang ini pun ia persembahkan pada tokoh yangia kagumi itu, <em>”Beritahu kepada Presiden Nasser, revolusi ini kami bikin untuknya. Presiden Gamal Abdel Nasser bisa ambil apa saja kepunyaan kami, lalu digabung  dengan apa saja yang ada pada negara-negara Arab lainnya,”</em> kata Qaddafi pada Mohamad Hassanein Heikal, Pemred al-ahram, yang secara khusus datang ke Benghazi untuk menemui Qaddafi.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Tidak banyak pemimpin negara yang produktif menulis, dan Qaddafi berada di barisan minoritas itu. Diantara karya Qaddafi yang fenomenal ialah <em>Kitāb al-Aḥdlar. </em>Buku ini merangkum gagasan-gagasan besar Qaddafi untuk dunia ketiga dalam bidang poltik dan ekonomi. Ia juga tidak melewatkan isu-isu seputar emansipasi wanita.</p>
<p>Salah satu catatan Qaddafi dalam Kitab Hijau menyebut tidak ada perbedaan antara wanita dan pria; keduanya sama-sama manusia yang juga memiliki hak yang sama. Membedakan laki-laki dan perempuan, kecuali perbedaan yang fitrah, bagi Qaddafi, adalah kezaliman yang tidak dibenarkan. Maka, Qaddafi membuka belenggu kaum Hawa yang dipasungkan Raja Idris terhadap mereka: ia memberikan kebebasan wanita untuk berkarir di ruang publik seperti pria.</p>
<p>Bahwa manusia memerlukan kebebasan. Dan, kebebasan manusia itu terciderai bila orang lain menguasai kebutuhannya. Memalui Kitab Hijaunya, Qaddafi berteriak-teriak ke penjuru negeri, <em>”Memiliki rumah adalah keniscayaan baik bagi personal maupun keluarga. Manusia tidak memiliki kebebasan bila tinggal di rumah orang lain baik dengan atau tanpa upah.”</em> Yang menarik ialah Qaddafi membatasi pemilikan rumah, dan melarang warga asing untuk ”memiliki” meski sejengkal saja tanah Libya.</p>
<p>Sosialisme baru (<em>al-isytirāki al-jadīd</em>; sebutan Qaddafi terhadap teori sosialismenya) adalah menciptakan masyarakat yang bahagia karena mereka merdeka. Semuanya bisa terwujud bila kebutuhan materi dan immateri terpenuhi, dengan terbebasnya semua kebutuhan dari intervensi dan penguasaan orang lain.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Bulan Desember 2009: saya dirawat di rumah sakit Tripoli. Di dalam kamar yang dihuni tiga orang dari tiga negara berbeda&#8211;Indonesia (penulis), seorang tenaga kerja asal Mesir, dan warga pribumi—saya merasakan pelayanan yang berbeda: dengan pelayanan gratis, warga pribumi lebih mendapatkan prioritas dan pelayanan yang ’wah’ dibandingkan warga asing yang berbayar. ”MRI saya akan dikirim ke Jerman. Dokter di sana yang menganalisa penyakit saya, baru hasilnya dikirimkan kembali ke Tripoli,” kata warga Libya yang bekerja sebagai insinyur lingkungan itu. Sungguh berbeda dengan pelayanan kesehatan untuk orang miskin di negara kita.</p>
<p>Tampak bahwa Qaddafi begitu memperhatikan kebutuhan rakyatnya: ia memberikan pendidikan gratis bagi generasi muda (bahkan mengirimkan mahasiswa berprestasi ke Eropa) dan pengobatan gratis bagi si sakit, dan fasilitas-fasilitas gratis lain bagi warga Libya.</p>
<p>Bulan Februari 2011. Qaddafi menggelar <em>multaqā al-taṣawwuf al-‘alāmi al-thani</em> (symposium mursyid tarekat sedunia yang kedua) dan maulid nabi Saw. Acara maulid merupakan program safari-relegi tahunan Qaddafi. Ia melakukan perayaan maulid dengan mengundang tokoh-tokoh agama sedunia. Istimewanya, tidak hanya sekte-sekte yang biasa merayakan maulid yang hadir dalam acara ini, tapi kelompok yang membidahkan perayaan maulid pun aktif hadir.</p>
<p>Perayaan maulid ini yang sedianya dirayakan di Mesir, terpaksa dipindah ke Baidlā’. Namun, pemimpin nyentrik itu kurang beruntung sebagaimana tahun lalu kesuksesannya merayakan maulid di Benghazi (basis oposisi), masyarakat Baidlā menolak wilayah mereka ditempati perayaan maulid nabi oleh rezim Qaddafi. Akhirnya, Qaddafi merayakan maulid nabi di belakang asrama mahasiswa <em>International Islamic Call College</em>.</p>
<p>Qaddafi sadar bahwa <em>Arab Spring</em> telah merambah kawasan Afrika Utara, dengan tumbangnya dua pemimpin ”abadi” dua negara tetangga oleh <em>people power</em>: Zaen al-Abedeen Ben Ali dan Hosni Mobarak, maka ia mengerahkan loyalisnya untuk meneriakkan yel-yel kesetiaan terhadapnya. Ceramahnya pun tidak segalak tahun lalu: Qaddafi menabuh genderang perang terhadap Swiss yang melarang pembangunan Menara Masjid.</p>
<p>Dalam perayaan kali ini, Qaddafi hanya menguraikan kenapa ia menggunakan bendera warna hijau, bukan bendera yang dipakai Raja Idris (yang sekarang dikibarkan kembali oleh oposisi). Singkatnya, <em>Arab Spring</em> yang membuat bulu kuduknya: ia mencoba menanamkan nasionalisme rakyatnya.</p>
<p>Namun, rupanya ia gagal. Saat sang kolonel mulai angkat bicara banyak rakyatnya yang angkat kaki dari tempat acara. Mungkin rakyat kecewa dengan Qaddafisme (istilah penulis untuk menyebut sosialisme islam) yang menuangkan teori-teori gemilang tapi nihil di lapangan. Atau mereka sudah muak dengan gaya sang penghuni tenda badui itu.</p>
<p>Bola salju anti-Qaddafi mulai menggelinding sejak 17 Februari dengan penjarahan gudang senjata di gurun Benghazi yang memaksa pria yang selalu berpakaian unik untuk menerbangkan pesawat untuk melindungi gudang senjata dari jarahan ”perampok” di siang bolong. Dan, sekarang bola salju telah menggulung pemimpin yang berkuasa selama 42 tahun itu dari tendanya yang berujung pada kematian yang menyedihkan: ia yang lahir di sebuah tenda suku badui di gurun sahara meninggal menyedihkan setelah disiksa (diantaranya disodomi dengan bayonet).</p>
<p>Kini, kita hanya menunggu sejarah, apakah pidato terakhirnya akan terwujud, atau terkubur bersama mayatnya: ”Jika Qaddafi mati sebagai syahid, akan lahir jutaan Qaddafi. Qaddafi hanya manusia, dan manusia pasti mati. Tapi Qaddafi punya pemikiran dan panji-panji: pemikiran tak akan mati dan panji-panji tidak akan jatuh.”</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="sosialisme islam">sosialisme islam</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="sosialisme islam menurut muammar qadhafi">sosialisme islam menurut muammar qadhafi</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="sosialisme">sosialisme</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="campany sosialisme in libya">campany sosialisme in libya</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="tokoh sastra libya">tokoh sastra libya</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="teori memberantas korupsi perspektif tasawuf">teori memberantas korupsi perspektif tasawuf</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="sosialisme islam libya">sosialisme islam libya</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="sosialis islam">sosialis islam</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="sastrawan libya">sastrawan libya</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html" title="sastrawan di libya">sastrawan di libya</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/qaddafisme-sosialisme-islam-yang-mengecewakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengantin Malik di Neraka</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 04:02:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad dalam Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad dalam Assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad dalam Kitab Kuning]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad Menurut Islam Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad menurut Islam radikal]]></category>
		<category><![CDATA[Meneladani Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi sebagai teladan Umm Islamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[”Qul in-kuntum tuhibbūnaLlaha fa ittabi’ūnī yuhibbukumuLlahu (Katakan, jika kalian cinta Allah, maka teladani saya. Maka, Allah akan mencintai kalian.” Manifestasi cinta makhluk terhadap Khāliq adalah dengan mengikuti tuntunan profetik Muhammad Saw. Bilamana seseorang mengaku cinta pada Tuhan tapi tidak mengikuti tuntutan rasul-Nya, ia pembohon dalam beragama karena ”tanda-tanda orang yang taat pada Allah adalah taat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/bom-bunuh-diri.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-256" title="bom bunuh diri" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/bom-bunuh-diri.jpg" alt="Bom Bunuh Diri" width="300" height="165" /></a>”Qul in-kuntum tuhibbūnaLlaha fa ittabi’ūnī yuhibbukumuLlahu </em>(Katakan, jika kalian cinta Allah, maka teladani saya. Maka, Allah akan mencintai kalian<em>.”</em></p>
<p>Manifestasi cinta makhluk terhadap <em>Khāliq</em> adalah dengan mengikuti tuntunan profetik Muhammad Saw. Bilamana seseorang mengaku cinta pada Tuhan tapi tidak mengikuti tuntutan rasul-Nya, ia pembohon dalam beragama karena ”tanda-tanda orang yang taat pada Allah adalah taat pada rasul-Nya” (QS an-Nisa: 80).</p>
<p>Relevan bila penulis kutip nasihat Dzunnun al-Mishri, ”Diantara tanda rasa cinta terhadap Allah ialah mengikuti kekasih Allah—semoga salawat dan salam terlimpahkan padanya; <em>shallaLlahu alaihi wasallam</em>—dalam perlbagai aspek: akhlak, perilaku, perintah, dan sunnahnya. Bagaimana tidak, ia adalah penerjemah Bahasa Langit <em>(al-mubligh li al-kitab al-nātiq bi al-haqq wa al-shawāb)</em>.</p>
<p>Terdapat beberapa ayat yang menegaskan wajibnya mengikuti nabi, misalnya, ”Sesungguhnya rasulullah adalah teladan bagi kalian semua yang mengharapkan Allah dan kebahagian kelak di akherat” (QS al-Ahzāb: 03). Oleh karena itu, kita harus mengerjakan setiap perintah rasul dan menjauhi semua larangannya (QS al-Hasyr: 07).</p>
<p>Namun, setiap hari kita saksikan pelbagai ironi di negeri ini, dan dunia Islam secara umum: mulut-mulut yang mengaku sebagai pecinta Tuhan sejati, tapi kaki menjauh dari dan tangan tidak mau menggenngam sunnah nabi, sedangkan mata berpaling dari sosok yang seharusnya kita teladan.</p>
<p>Maka, kita lihat pembohong beragama melakukan pengeboman gereja, kedutaan, infrastruktur, bahkan masjid pun jadi sasaran. Apakah nabi pernah memerintahkan pembunuhan massal? Apakah nabi pernah memerintahkan memerangi orang-orang yang seakidah?</p>
<p>Kita harus me-<em>rever</em> pada sejarah untuk dapat menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas. Dikisahkan, sebelum berangkat ke salah satu medan perang, nabi melarang kaum muslimin untuk memerangi perempuan, anak-anak, orang tua, bahkan beliau melarang untuk merusak lingkungan; menebang pepohonan.</p>
<p>Dikisahkan pula, dalam salah sebuah perjalanan dari Madinah ke Palestina, dalam misi menaklukan ahl al-kitab di sana, sahabat Umar melihat sebuah sinagog yang tidak terawat. Lalu, beliau membersihkannya. Hal ini, diikuti oleh perajurit yang mendapingi beliau dalam ekspedisi itu. Setelah selesai membesihkan sinagog yang semula berselimut debu itu, Umar melarang salah seorang bawahannya yang hendak melantunkan adzan di situ, dan memerintahkannya untuk menjauh dari tempat beribadah ”tetangga” itu. Karena ia melakukan ”gladi resik” bukan untuk menguasai dan merubah sinagog jadi masjid, melainkan agar bisa digunakan beribadah kembali oleh pemiliknya<em>.</em></p>
<p>Dari kisah di atas, kita seharusnya menjaga umat lain yang sedang beribadah, apalagi yang masih seakidah. Tapi ironi memang tidak bisa dipisahkan dari negeri ini: bukan hanya gereja, kaum muslimin yang sedang melaksanakan salat Jumat di masjid pun di bom yang justru pelakunya mengaku Islam. Bila mereka benar-benar cinta Tuhan, seharusnya menjalankan ayat yang penulis kutip di muka tulisan ini, agar cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>Akibat dari kebohongan beragama, alih-alih jadi pengantin Tuhan di surga, malah jadi pengantin Malik di neraka. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="islam fundamental">islam fundamental</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="Alquran dan jihad">Alquran dan jihad</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="perang dalam kitab kuning">perang dalam kitab kuning</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="kitab kuning jihad">kitab kuning jihad</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="pengorbanan jihad mujahidin">pengorbanan jihad mujahidin</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="PENGANTIN TUHAN">PENGANTIN TUHAN</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="pengantin dari neraka 1">pengantin dari neraka 1</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="menurut islam">menurut islam</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="Jihad menurut kitab klasik">Jihad menurut kitab klasik</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html" title="jihad menurut islam">jihad menurut islam</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/pengantin-malik-di-neraka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Jadi Penulis Tamu</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/undangan-jadi-penulis-tamu.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/undangan-jadi-penulis-tamu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 13:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[backlink gratis]]></category>
		<category><![CDATA[free backlink]]></category>
		<category><![CDATA[Guest Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Guest Writting]]></category>
		<category><![CDATA[Karir penulis]]></category>
		<category><![CDATA[penuis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[Penulis tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengundang teman-teman untuk menulis di blog saya sebagai guest blogger (blogger tamu)/penulis tamu (guest writter) . Dengan jadi guest blogger di www.muntahaafandi.web.id, Anda bisa mendapatkan dua backlink menuju ke homepage blog Anda: backlink di dalam artikel dan sidebar. Selain itu, Anda akan mendapatkan keuntungan berupa artikel Anda akan dibaca ratusan orang dalam sehari, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/05/penulis.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-237" title="penulis" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/05/penulis.jpg" alt="bisnis penulis" width="190" height="253" /></a>Saya mengundang teman-teman untuk menulis di blog saya sebagai <em>guest blogger</em> (blogger tamu)/penulis tamu<em> </em> <em>(guest writter) </em>. Dengan jadi guest blogger di <a href="../">www.muntahaafandi.web.id</a>, Anda bisa mendapatkan dua <em>backlink</em> menuju ke homepage blog Anda: backlink di dalam artikel dan sidebar. Selain itu, Anda akan mendapatkan keuntungan berupa artikel Anda akan dibaca ratusan orang dalam sehari, dan mendapatkan tambahan pengunjung dari  <a href="../">www.muntahaafandi.web.id</a> ke blog pribadi Anda.</p>
<p><strong>Tema Tulisan:</strong></p>
<p>Saya hanya mempublikasikan tulisan dengan tema sbb:</p>
<ul>
<li>Peradaban</li>
<li>Budaya</li>
<li>Agama</li>
<li>Masalah Lingkungan</li>
<li>Sastra</li>
<li>Tips dan Trik Komputer</li>
<li>Ø Blogging</li>
</ul>
<p><em>Saya menerima artikel dengan dua tema terakhir dengan harapan pembaca blog ini tidak jenu dan mendapatkan “hiburan”.</em></p>
<p><strong>Syarat Tulisan:</strong></p>
<ul>
<li>Panjang artikel minimal 200 s.d. 1000 kata (sengaja saya batasi agar pembaca tidak jenuh)</li>
<li>Artikel ditulis dengan bahasa yang santai dan menggunakan bahasa yang baku (kecuali sastra: cerpen, puisi, dan fiksi mini)</li>
<li>Artikel belum pernah di publikasikan di mana pun, baik blog Anda maupun website lain.</li>
<li>Artikel tidak bersifat promosi</li>
<li>Artikel Anda yang sudah dipublikasikan muntahaafandi.web.id, boleh Anda publikasikan ulang di blog Anda sendiri.</li>
</ul>
<p><strong>Hak Saya Sebagai Pemilik Blog:</strong></p>
<ul>
<li>Menerima dan/ atau menolak tulisan calon penulis tamu.</li>
<li>Menentukan tanggal publikasi.</li>
<li>Melakukan editing artikel.</li>
<li>Menambahkan <em>tag</em> dan memilih kategori tulisan.</li>
<li>(bila perlu) Menambahkan <em>inbound dan outbound link</em> pada tulisan.</li>
</ul>
<p><strong>Cara Jadi Guest Blogger di muntahafandi.web.id:</strong></p>
<ul>
<li>Silahkan Anda melakukan registrasi <a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-login.php?action=register">di sini</a> (masukan user name dan email)</li>
<li>Kemudian Anda email yang anda gunakan untuk registrasi untuk mendapatkan username dan password yang Anda gunakan untuk login di blog saya.</li>
<li>Sekarang Anda sudah bias mulai menulis di blog saya.</li>
<li>Setelah selesai, Anda tekan tombol <strong>Submit For Review</strong>.</li>
<li>Jika sudah yakin dengan artikel yang Anda tulis, hubungi saya bahwa Anda sudah selesai menulis artikelnya. Anda bisa menghubungi saya melalui email kelana[dot]dunia[at]gmail[dot]com, atau melalui Kontak Saya, tulis judul pesan dengan “Guest Blogger”.</li>
<li>Silahkan tunggu beberapa sampai ada konfirmasi bahwa artikel Anda sudah saya publikasikan.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selamat bergabung</p>
<p><strong>A. Muntaha Afandie</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/undangan-jadi-penulis-tamu.html" title="karir penulis">karir penulis</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/undangan-jadi-penulis-tamu.html" title="artikel yang meggunkan fiksi mini">artikel yang meggunkan fiksi mini</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/undangan-jadi-penulis-tamu.html" title="penulisan nama di undangan">penulisan nama di undangan</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/undangan-jadi-penulis-tamu.html" title="undangan untuk penulis">undangan untuk penulis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/undangan-jadi-penulis-tamu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembenaran</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 03:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu taymiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[islam radikal]]></category>
		<category><![CDATA[nahdlatul ulama]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tempo]]></category>
		<category><![CDATA[wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[wahabiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[wali songo]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Perbedaan hal biasa dalam Islam. Dan agama ini menghargainya, seperti kata kalimat hikmah, ”Ikhtilaf al a’immah rahmatun lil ummah, perbedaan para imam menjadi rahmat bagi ummat.” Sebaliknya, Islam tidak mengajarkan untuk merasa benar sendiri (truth claim). Ironisnya, banyak kalangan (baca: kelompok) yang merasa bahwa tiket masuk surga hanya akan diberikan pada mereka, yang lain haram. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/05/bidah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-159" title="bidah" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2011/05/bidah-269x300.jpg" alt="bidah ziarah kubur" width="269" height="300" /></a>Perbedaan hal biasa dalam Islam. Dan agama ini menghargainya, seperti kata kalimat hikmah, </em>”Ikhtilaf al a’immah rahmatun lil ummah,<em> perbedaan para imam menjadi rahmat bagi ummat.” Sebaliknya, Islam tidak mengajarkan untuk merasa benar sendiri </em>(truth claim)<em>.  Ironisnya, banyak kalangan (baca: kelompok) yang merasa bahwa tiket  masuk surga hanya akan diberikan pada mereka, yang lain haram. Lebih  ironis lagi, dalam upaya pembenaran terhadap doktrin yang mereka anut, kelompok ini tanpa malu memelintir suatu dalil (hadits dan Alquran).</em></p>
<p>Sutau  malam, setelah shalat Isya, saya duduk santai di atas ranjang. Seperti  biasa, mengisi malam liburan agar waktu tidak mubadzir, saya membaca  buku-buku ringan. Dari beberapa koleksi buku yang ada, saya tertarik  membaca kisah wali nan sembilan. Cerita kesembilan penyebar Islam di  pulau Jawa itu terekam dalam majalah <em>Tempo</em>, edisi khusus dengan tema: <em>Wali Songo: Siar Panjang tanpa Pedang</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat  sedang hanyut mengikuti periwayatan orang-orang suci dengan bahasa  sastrawi itu, seakan saya berada di tengah-tengah mereka, teman saya  berkunjung. ”<em>Walaikumsalam… Tafadhal ijlis hina</em>, silahkan duduk di sini,” kata saya menajawab salamnya dan mempersilahkan dia duduk disamping saya.</p>
<p>”<em>Sin taqra’, ya shadiqi</em> (apa yang sedang kamu baca, temanku),” tanyanya sambil mengambil majalah ditangan kananku.</p>
<p>”<em>Qara’tu qishshota auliya al tis’ah</em> (saya membaca kisah Wali Songo),” jawabku. ”Mereka penyebar agama Islam di Indonesia,” lanjutku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>”<em>Jayyid</em> (bagus),” jawab temanku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia  terus membuka perhalaman. Tentu saja tidak membacanya sebab ia tidak  bisa berbahasa Indonesia. Ia hanya melihat gambar setiap halaman.  Tiba-tiba!!! Dia bagai disengat api. Ia menanyakan foto ”aneh” pada  majalah yang terbit pada tahun ”jebod” itu. Setelah saya melihat gambar  yang dimaksud, ternyata foto peziarah di makam Sunan Kali Jaga. Mereka  membaca Quran di dekat kuburan sang ”wali kejawen.” Ternyata, foto itu  yang membuatnya hampir jantungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>”<em>Hadza dhallun… hadza bid’ah,</em> ini sesat… bid’ah,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya, liburan malam itu saya isi dengan diskusi tentang sesat dan apa yang dimaskud bidah: <em>dhalalah, hasanah,</em> dll. Diskusi kami merembet sampai jauh menyeberang dari pembicaraan  awal tentang ziarah kubur dan bidah, sampai hal-hal lain. Teman saya  menyitir sabda nabi, <em>”Ma ra’ahu muslimu hasanan, fahuwa indallahi hasanun,</em> setiap hal yang menurut orang Islam baik, maka ia pun baik di mata Allah.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengomentari riwayat hadits yang ia bacakan, sang sahabat mengatakan bahwa hadits tersebut <em>dha’if.</em> Dalam <em>musthalah hadits,</em> hadits <em>dha’if</em> tidak bisa dijadikan sebagai sandaran hukum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalau  tidak percaya silahkan cari di perpustakaan, katanya dengan nada penuh  tantangan. Namun, ketika saya tanya nama kitab dan ruangan kitab itu  berada, dia menjawab enteng saja, ”Pokonya ada. Cari saja, pasti  ketemu.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>”Yang  benar saja… mencari satu-persatu. Di perpustakaan ada ratusan atau  mungkin ribuan kitab di sana, bagaimana mungkin saya mencari satu  persatu. Kamu membaca atau tidak,” sambung saya setengah protes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sehingga,  menurutnya, salah besar (saya ogah menirukan kalimat teman saya itu:  sesat) jika kaum muslim melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukan  nabi. Bidah. Setiap bidah tempatnya di neraka (?). Karena hadits  tersebut <em>dha’if</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Benarkah riwayat hadits di atas <em>dha’if</em>? Beberapa hari kemudian, saya melacaknya. Saya mencari. Tidak ketemu. Lalu, saya teringat ketika ngaji kitab <em>Fara’id Al Bahiyah</em> (kaidah fikih), di Lirboyo, salah satu kaidahnya berbunyi <em>Al ‘Adah Muhakkamah, </em>dan kaidah ini berpijak pada hadits tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka, saya melangkahkan kaki ke ruangan yang menyimpan kitab syariah. Saya langsung mengambil kitab <em>Asbah Wa Al Nadha’ir </em>karya Al Syuyuthi, <em>sarah </em>kitab <em>Fara’id Al Bahiyah</em>.<em> </em>Dan…(!!!) halaman pertama yang saya buka adalah komentar Al Alla’i. Menurutnya, ia tidak menemukan, di kitab hadits manapun, yang menyatakan riwayat hadits ini <em>marfu’</em>. Setelah melakukan kajian yang mendalam dan cukup lama, masih menurutnya, juga tidak mendapatkan riwayat yang <em>dha’if</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kitab <em>Asbah, </em>riwayatnya disebutkan <em>hasan.</em> Dan, hadits <em>hasan </em>sama dengan hadits shahih. Dalam arti bisa untuk dijadikan <em>hujjah </em>sebagai<em> </em>landasan mengerjakan ibadah, dsb.[1]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inilah  pembenaran, bukan kebenaran, dari seseorang terhadap keyakinannya. Atau  minimalnya pembenaran terhadap ucapan yang keluar dari mulutnya.  Memaudhu’kan dalil (dalam konteks ini adalah hadits) yang hasan.</p>
<p><strong>Tripoli, 03 Juli 2008</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[1] Al Qosi, Muhammad Jamaluddin. <em>Qowaid Al Tahdits min Funun Musthalah Al Hadits</em>. Baerut: Darl Al Koutub Al Ilmiyyah. Hal. 106.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>** <em>Insyaallah </em>bidah dan pembagiannya akan saya kupas pada resonansi berikutnya</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="gambar jihad">gambar jihad</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="bidah dan pembagiannya">bidah dan pembagiannya</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="hikmah islam">hikmah islam</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="sang pejihad">sang pejihad</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="merasa benar sendiri">merasa benar sendiri</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="thoriqoh wahabiyah dan tokoh nya">thoriqoh wahabiyah dan tokoh nya</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="kata kata agama hikmah">kata kata agama hikmah</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="jihad dalam islam 2012">jihad dalam islam 2012</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="wali songo bidah">wali songo bidah</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html" title="ironis">ironis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/pembenaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Beauty of Islam</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/the-beauty-of-islam.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/the-beauty-of-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 19:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[The only way whereby we do justice is to find out about its noble teachings which are clearly set out at length in the Holy Quran and the prophetic traditions. The famous popular singer Cat Stevens who later embraced Islam once observed: ”It will be wrong to judge Islam in the light of the light [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/beauty-of-Islam.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-162" title="beauty of Islam" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/beauty-of-Islam.jpg" alt="Beauty of Islam" width="210" height="150" /></a>The only way whereby we do justice is to find out about its noble teachings which are clearly set out at length in the Holy Quran and the prophetic traditions. The famous popular singer Cat Stevens who later embraced Islam once observed: ”It will be wrong to judge Islam in the light of the light of the light of the behavior of some bad Muslims who are always shown on the media. It is like judging a car as a bad one if the driver is drunk and he bangs it with the wall. Islam guides all human beings in daily lie- in its spiritual, mental and physical dimensions. Nevertheless, we must find the sources of these instructions: the Quran and the example of the Prophet. Then we can see the idea of Islam.”<br />
What  is generally said about Islam in the media and in many academic circles also give a wrong idea about it. As Maurice Bucaille put it: ”The totally erroneous statement made about Islam in the West are some times the result of ignorance, and sometimes of systematic denigration.<br />
The most serious of all the untruths told about it are however those dealing with facts for while mistaken opinions are excusable; the presentation of facts running contrary to reality is not. It is disturbing to read blatant untruths in eminently respectable works written by authors who a priori are highly qualified.”</p>
<p>Source: Al-Daawa Al-Islamia, Wednesday 17 Muharram/ 22 Al-Kanon (December) 2010</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/the-beauty-of-islam.html" title="the beauty of islam">the beauty of islam</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/the-beauty-of-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membasmi Virus Shortcut</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 23:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[tips membuang virus shortcut]]></category>
		<category><![CDATA[tips membuang virus vinorika]]></category>
		<category><![CDATA[virus shortcut]]></category>
		<category><![CDATA[virus vinorika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda pernah mengalami hal &#8220;menegangkan&#8221; seperti saya: tiba-tiba file dalam HDD eksternal saya berubah jadi shortcut. Bila ia, maka lanjutkan membaca tulisan ini. Semoga dapat membantu Anda mengatasi virus shortcut, dan mengembalikan file-file yang disembunyikan olehnya. Virus shortcut atau bahasa lainnya virus vinorika, termasuk virus yang membuat kita (para newbi) tegang sekaligus jengkel. Tegang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/virus-shortcut.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-124" title="virus shortcut" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/virus-shortcut.jpeg" alt="Virus Shortcut" width="225" height="225" /></a>Apakah Anda pernah mengalami hal &#8220;menegangkan&#8221; seperti saya: tiba-tiba file dalam HDD eksternal saya berubah jadi shortcut. Bila ia, maka lanjutkan membaca tulisan ini. Semoga dapat membantu Anda mengatasi virus shortcut, dan mengembalikan file-file yang disembunyikan olehnya.<br />
Virus shortcut atau bahasa lainnya <strong>virus vinorika</strong>, termasuk virus yang membuat kita (para newbi) tegang sekaligus jengkel. Tegang, karena tiba2 file2 berubah jadi shortcut, dan jengkel sebab shortcut2 itu membanjiri computer kita. File2 shortcut tersebut ada pada setiap folder yang akan menjalankan virus bila diakses. Mislanya, di computer atau flashdisk Anda terdapat tiga folder: music, foto, dan tulisan. Ketiga folder tersebut akan disembunyikan oleh virus sedang yang tampak hanya shortcutnya saja. Nah, bila Anda klik shorcut itu, akan menjalankan virus bila Anda mengakses salah satunya saja. Virus yang jahat dan licik, bukan? <img src='http://www.muntahaafandi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Saya pernah mengalami hal ini. Awalnya saya juga bingung, virus ini ganas sekali sampai membuang semua file saya dan yang tersisa hanya shortcutnya saja. Tapi setelah saya scan pake antivirus gratisan (AVG) ternyata file aslinya disembunyikan oleh virus sedangkan yang tanpak hanya file tipuan yang—seperti saya katakana di atas—akan menjalankan virus bila shortcut itu diakses.<br />
Tapi tetap saja, AVG tidak bisa mengembalikan file2 yang di hidden itu. Saya masih penasaran sekaligus takut kehilangan ebook2 yang sudah lama saya kumpulkan, maka saya mencoba menggunakan anti virus yang lebih ampuh yang harganya sampai 30 Libiyan Dinar (sekitar 250 ribu) , lagi2 hasilnya nihil.<br />
Akhirnya, saya memakai cara manual. Dan byaaar saya berhasil menaklukkan virus yang lempar batu sembunyi tangan ini. Berikut langkah2 <a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" target="_blank"><strong>membasmi virus shortcut/ venorika.</strong></a><em><br />
</em>Pertama, klik &#8220;Start&#8221; lalu, cari &#8220;Run&#8221;. Kalau bingung, tekan gambar jendela/ logo windows dan huruf &#8220;R&#8221;.</p>
<p>Anda ketik <em><strong>&#8220;cmd&#8221;</strong></em>. Lalu, tekan <em><strong>”Enter&#8221;.</strong></em></p>
<p>Setelah keluar DOS, maka masukan driver mana yang akan Anda &#8220;obati&#8221;. Misalnya, Anda akan mengobati driver <em><strong>”F”</strong>,</em> yang terkena virus, maka di kolom DOS itu Anda ketik <strong><em>”F:&#8221;</em></strong> (huruf F dan titik dua nyambung), lalu tekan enter. Jeder! (ups pelan aja gan neken enternya ? )<br />
Maka, akan keluar<strong> <em>F:\&gt;</em></strong><br />
Nah, sekarang Anda tinggal memasukkan kode berikut <em><strong>attrib –s –h –r –a F:*.*  /s /d </strong></em><br />
&lt;&gt; Perhatikan bagian mana yang dikasih spasi dan tidak.<br />
&lt;&gt; huruf F: diganti sesuai driver yang mau Anda &#8220;operasi&#8221;, misalnya, bila mau mengecek driver H, maka ganti jadi <em><strong>attrib –s –h –r –a H:*.*  /s /d</strong></em></p>
<p>Ups…. Jangan senang dulu; pekerjaan belum selesai. Langkah selanjutnya Anda harus membuang file &#8220;autorun.inf&#8221; dan &#8220;thumb.db&#8221;. Selanjutnya, tinggal discan dengan anti-virus deh. Gunakan yang handal, Gan. Kalau mau yang gratisan tapi tak mengecewakan, download saja norman <a href="http://norman.com target=">di sini</a>.<br />
Semoga pengalaman membasmi virus vinorika/ shortcut ini bermanfaat dan bisa menolong Anda.</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="file berubah jadi shortcut">file berubah jadi shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="cara mengembalikan file yang menjadi shortcut">cara mengembalikan file yang menjadi shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="file berubah menjadi shortcut">file berubah menjadi shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="folder berubah jadi shortcut">folder berubah jadi shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="virus folder jadi shortcut">virus folder jadi shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="cara mengembalikan file yang berubah jadi shortcut">cara mengembalikan file yang berubah jadi shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="cara mengembalikan file yang jadi shortcut">cara mengembalikan file yang jadi shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="membasmi virus shortcut">membasmi virus shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="membuang virus shortcut">membuang virus shortcut</a></li><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html" title="mengembalikan file yang disembunyikan virus shortcut">mengembalikan file yang disembunyikan virus shortcut</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/membasmi-virus-shortcut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ironi apa lagi yang kalian tunjukan pada kami?</title>
		<link>http://www.muntahaafandi.web.id/ironi-apa-lagi-yang-kalian-tunjukan-pada-kami.html</link>
		<comments>http://www.muntahaafandi.web.id/ironi-apa-lagi-yang-kalian-tunjukan-pada-kami.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 18:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arkoum Stanley</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[dagelan politikus]]></category>
		<category><![CDATA[derita rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[kiai politik]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[peran politik kiai]]></category>
		<category><![CDATA[wakil rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muntahaafandi.web.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[kalian larang kami berbuat bidah sementara kalian! selalu berbuat yang baru kalian fatwakan haram menggukan produkroduk kafir tapi saban waktu kalian tak lepas dari itu kau kecam demokrasi dengan segala kemampuanmu, kau berusaha mengebiri namun, kau semakin asyik duduk di kursi politik; kau semakin larut memperkeruh sistem yang kau bilang kufur itu ironi apalagi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/korupsi1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-164" title="korupsi" src="http://www.muntahaafandi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/korupsi1-150x150.jpg" alt="Ironi Para Koruptor dan Ulama" width="150" height="150" /></a>kalian larang kami berbuat bidah<br />
sementara<br />
kalian!<br />
selalu berbuat yang baru</p>
<p>kalian fatwakan haram menggukan produkroduk kafir<br />
tapi<br />
saban waktu kalian tak lepas dari itu</p>
<p>kau kecam demokrasi</p>
<p>dengan segala kemampuanmu, kau berusaha mengebiri</p>
<p>namun, kau semakin asyik duduk di kursi politik;<br />
kau semakin larut memperkeruh sistem yang kau bilang kufur itu</p>
<p>ironi apalagi yang akan kalian tunjukkan pada kami?</p>
<p>kalian ributkan halhal yang remeh temeh</p>
<p>sampaisampai urusan prioritas kalian lalai</p>
<p>ironi apalagi yang akan kalian tunjukan pada kami?</p>
<p>jauhjauh pergi ke tanah suci cuma untuk mengeluarkan opini<br />
haram menjadi atau memanggil kiai bagi yang tak punya santri</p>
<p>sementara di bumi tempat kalian berpijak</p>
<p>tak lebih baik dari ruang imam imam mushalla</p>
<p>ironi apalagi yang akan kalian tunjukkan pada kami?</p>
<p>dulu, kalian janjikan masa depan<br />
kini, kalian berikan kematian</p>
<p>dulu kalian janjikan masa depan yang menggiurkan</p>
<p>setelah kami contreng,<br />
kalian cuma main dagelan</p>
<p>benghazi, libya, 26-02-2010</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://www.muntahaafandi.web.id/ironi-apa-lagi-yang-kalian-tunjukan-pada-kami.html" title="peran politik kiai">peran politik kiai</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muntahaafandi.web.id/ironi-apa-lagi-yang-kalian-tunjukan-pada-kami.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

